10 Pola Dasar Candlestick (2)

Bagi para trader yang terbiasa menggunakan grafik candlestick, setidaknya terdapat 10 pola candlestick yang mesti diketahui dalam menganalisa pergerakan di pasar uang ataupun komoditi, juga berguna untuk diterapkan di pasar saham dan index

Merujuk pada  Thomas Bulkowski’s yang menulis Encyclopedia of Candlestick Charts, terdapat  103 pola-pola candlestick (termasuk versi untuk bullish dan bearish). Namun, 10 pola candlestick sederhana di bawah ini akan menjadi fondasi sebelum kita mempelajari variasi dari pola candlestick, sebagaimana disebutkan oleh Bulkowski. Dan di bawah ini akan dipaparkan 5 pola candle berikutnya:

6.Candlestick Berpola Hammer / Hanging Man


Pada prinsipnya, Candlestick Berpola Hammer dan Hanging Man adalah sama persis.Keduanya mempunyai:- Tubuh candle mendekati puncak dari candlestick dan punya ekor panjang yang lebih rendah (sekitar dua kali dari panjang tubuh candle). Warna dari tubuh candle diabaikan.

Perbedaannya adalah. Candle berpola hammer ditemukan setelah pasar menurun dan merupakan satu sinyal naik, sehingga candle berpola hanging man muncul pada akhir pasar naik dan merupakan satu sinyal menurun.

Artinya, Pola hammer menjebak para trader yang menjual di area lebih rendah dari candlestick, mendorong mereka untuk mengcover posisi jualnya. Sebagai akibatnya, mereka meningkatkan tekanan beli untuk pola bullish ini. Pola candle-nya kerap disebut juga dengan bullish pin-bar

Pola hanging man adalah kemunculan candlestick bullish pada puncak pasar saat tren naik , dampaknya para trader dengan optimis dan keyakinan tinggi segera beraksi beli, namun pada saat pasar kemudian menurun, mereka keluar posisi. Kondisi ini juga memberi makna bahwa mengapa lebih baik menunggu untuk konfirmasi bearish sebelum melakukan aksi jual berdasarkan pada pola hanging man

Bagaimana  trading dengan candlestick berpola hammer dan hanging man?

1-      Dalam tren menurun, beli di atas candlestick berpola hammer untuk bermain dalam pembalikan tren/reversal (kita juga bisa bertransaksi dengan pola hammer seperti bullish pin bar)

2-      Dalam tren menaik, jual dibawah candlestick berpola hanging man untuk bermain dalam pembalikan tren/reversal setelah konfirmasi bearish

contoh trading dengan menggundakan candlestick berpola hanging man:

7. Candlestick Berpola Inverted Hammer / Shooting Star

Secara sederhana, candlestick berpola inverted hammer/shooting star merupakan kebalikan dari pola hammer

Candlestick berpola inverted hammer secara visual identik dengan pola shooting star Perbedaannya hanyalah saat dimana kedua pola tersebut ditemukan.Pola inverted hammer ditemukan pada akhir dari tren menurun, sementara pola shooting star ditemukan pada akhir tren naik

Inverted hammer adalah pola bullish .Dalam tren menurun, inverted hammer mecegah para seller , sehingga ketika inverted hammer gagal untuk mendorong pasar turun, reaksi bullish menjadi sangat serempak

 Pola bearish shooting stars  berpengaruh dalam logika berbeda. Pola shooting star menjebak para buyer  yang membeli dalam rentang yang lebih tinggi , mendorong mereka untuk beralih posisi sell dan mencuatkan tekanan jual. Pola candle tersebut sama dengan pola bearish pin bar

 

Bagaimana trading dengan menggunakan Candlestick Berpola Inverted Hammer?

  1. Dalam tren menurun, beli di atas candle berpola inverted hammer  untuk antisipasi pembalikan/reversal setelah konfirmasi bullish .
  2. Dalam tren  naik, jual di bawah candle berpola shooting star untuk antisipasi pembalikan/reversal . (kita juga bisa bertransaksi seperti menggunakan candle berpola bearish pin bar.)

Contoh trading menggunakan candle berpola inverted hammer :

8. Candlestick Berpola Morning Star / Evening Star

Candlestick  berpola morning star terdiri dari (secara berurutan):

  1. Satu candlestick bearish yang panjang
  2. Satu candlestick  (sebagai bintang) di bawahnya (baik bullish ataupun bearish)
  3. Satu candlestick bullish yang menutupi badan candle pertama

 

 

 Candlestick berpola evening star terdiri dari (secara berurutan):

  1. Satu candlestick bullish yang panjang
  2. Satu candlestick (sebagai bintang) di atasnya (baik bullish ataupun bearish)
  3. Satu candlestick bearish yang menutupi badan candle pertama

Apa makna dari kedua pola candlestick tersebut di atas? Pola morning star menunjukkan bahwa bearish dalam kontrol. Bintang mengingatkan akan suatu transisi menuju pasar bullish. Pada akhirnya  kekuatan dari candlestick terakhir  memberi konfirmasi bahwa tren akan naik. Sebaliknya, pola evening star mengekspresikan logika yang sama. Candlestick pertama menunjukkan bullish dalam kontrol. Namun, ketidakpastian ditentukan oleh candle bintang Dan candlestick terakhir menegaskan bahwa tren menurun akan segera dimulai.

Bagaimana trading dengan menggunakan kedua pola di atas?

Kita terapkan kedua pola candlestick tersebut untuk menangkap pola pembalikan/reversal juga sebagai kelanjutan tren .

  1. Beli di atas candle terakhir dari formasi morning star
  2. Jual di bawah candle terakhir dari formasi evening star

Contoh trading dengan menggunakan candlestick berpola morning star:

Contoh trading dengan menggunakan candlestick berpola evening star:

 

9. Candlestick Berpola Three White Soldiers / Three Black Crows

Candlestick berpola tiga tentara putih (bullish) bercirikan; setiap candlestick dalam formasi three white soldiers harus dibuka melebihi badan candle sebelumnya dan ditutup mendekati level puncaknya

Sementara setiap  candlestick dalam formasi  three black crows harus dibuka lebih rendah dari badan candle sebelumnya dan ditutup mendekati level low-nya.

 Artinya;  Dalam formasi  Three White Soldiers pattern, setiap candle dibuka di antara badan candle sebelumnya dan mengesankan potensi jatuh. Namun, setiap candle berakhir naik dengan kuat dan ditutup pada level high. Setelah ketiganya berpola sama, maka tren naik tidak bisa dihindari.

Dalam formasi  Three Black Crows, setiap candle dibuka diantara badan candle sebelumnya, sehingga mengesankan tren naik, namun saat setiap candle ditutup lebih rendah konfirmasi tren menurun kian jelas

Bagaimana trading dengan menggunakan kedua pola tersebut?

Pola tersebut sangat efektive untuk trading pembalikan/reversal:

  1. Beli di atas formasi Three White Soldiers setelah pasar menurun
  2. Jual di bawah formasi  Three Black Crows setelah pasar naik

Contoh trading menggunakan candlestick berformasi three white soldier dan three black crows:

10. Candlestick Berpola Hikkake

Meskipun mempunyai nama khas Jepang,  hikkake  bukan salah satu pola candlestick klasik, namun hikkake sebagai suatu pola menarik yang menggambarkan konsep bagi jebakan para trader

Untuk menemukan pola hikkake, pertama kali harus mencari candlestick berpola inside bar. Untuk bullish Hikkake, candlestick setelah inside bar harus mempunyai level low yang lebih rendah  dan level high yang lebih rendah untuk menandai break-bearish dari inside bar. Ketika break-out ternyata gagal, kita setel posisi beli untuk bullish hikkake .

Untuk bearish Hikkake, candle berikutnya harus mempunyai  identitas level high yang lebih tinggi dan level low yang lebih tinggi . Ketika bullish break-out dari inside bar gagal, maka pasar membentuk bearish hikkake untuk posisi jual

Artinya; pola hikkake menjelaskan kegagalan para trader yang mengandalkan pola candle inside bar.

Trading dengan break-out/tembus candle inside bar merupakan strategi yang popular. Namun, ketika break-out dari inside bar gagal, kita berekspektasi harga  berbelok ke arah sebaliknya

Bagaimana trading dengan menggunakan candlestick berpola bullish hikkake dan bearish hikkake ?

Kita menggunakan hikkake untuk trading kelanjutan tren

  1. Beli jika penetrasi menurun dari candle berpola inside bar gagal di antara tiga candlestick
  2. Jual jika penembusan naik dari candle berpola inside bar gagal di antara tiga candlestick

Contoh trading dengan menggunakan candlestick berpola bullish hikkake dan bearish hikkake:

Source : www.fxcosmic.com | http://ift.tt/RHOQQE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s