Trading Menggunakan RSI Periode 2

Meskipun kami tidak menyarankan menggunakan hanya satu indikator, jika seorang (trader) harus menggunakannya, RSI periode 2 akan menjadi indikator.”

-Larry Connors dalam How Markets Really Work

Larry Connors adalah seorang trader berpengalaman dan penerbit buku-buku riset trading. Bersama Linda Raschke, ia menulis buku  Street Smart  yang merupakan  koleksi strategi-strategi  trading.

Lantas,  bagaimana kita menerapkan trading dengan menggunakan indikator RSI Periode 2, sebagaimana yang disarankan oleh Larry Connors?

Aturan Trading Menggunakan RSI Periode 2

Memadukan satu oscillator dengan tren  indikator merupakan pendekatan biasa, misalnya yang digunakan oleh Conors, yaitu MA 200 dan RSI periode 2. Kita akan melihat bagaimana RSI periode 2 menjadi petunjuk atas tren.

RSI periode 2( sebaigamana ADX periode 2) sangat sensitive. Kami mendeteksi banyak sinyal jenuh beli (overbought) selama tren naik. Tentu, kebanyakan dari sinyal overbought tersebut akan gagal, sebab RSI periode 2  tidak ditujukan untuk menentukan lokasi pembalikan tren utama.

Maka, ketika RSI periode 2  berada pada level overbought maka sejatinya sedang mendorong pasar lebih menukik, dan kami mengetahi bahwa tren menurun sedang dimulai

Aplikasi logis yang sama juga untuk petunjuk RSI periode 2 saat oversold (jenuh jual) dalam tren menurun sebagai sinyal bahwa tren naik sedang dimulai

Penentuan Buy

  1. 1. RSI Periode 2 menurun di bawah level 5
  2. 2. Harga menembus di atas level high yang terbentuk sebelum sinyal RSI (konfirmasi tren naik)
  3. 3. RSI Periode 2 jatuh lagi di bawah level 5
  4. 4. Buy saat break (tembus) level high dari candle bullish

Penentuan Sell

  1. 1. RSI Periode 2 bergerak di atas level  95
  2. 2. Harga menembus di bawah level low yang terbentuk sebelum sinyal RSI (konfirmasi tren menurun)
  3. 3. RSI Periode 2 naik lagi di atas level 95
  4. 4. Sell saat break (tembus) level low dari candle bearish

-Contoh Trading RSI Periode 2-Oversold-Profit

Grafik di atas adalah contoh bagaimana aplikasi trading dengan RSI Periode 2 dengan indikasi overbought dan oversold berdasarkan level 95 dan 5.

  1. 1. RSI anjlok di bawah level 5. Hal tersebut merupakan sinyal untuk mencari level high lebih tinggi yang terakhir. Kita tandai dengan garis terputus dan simak dengan jeli.
  2. 2. Harga naik dan menembus level resisten . Sinyal RSI Periode 2 sangat kredibel, meskipun  kami tidak mengambil sinyal oversold ini, namun sukses menegaskan bahwa pasar sekarang sedang membentuk tren naik. Waktunya untuk menentukan sinyal yang bisa dijadikan entry .
  3. 3. Sinyal RSI Periode 2 selanjutnya muncul dengan cepat saat anjlok lagi di bawah level 5. Dan kami menerapkan aksi buy di atas level high candle bullish  yang ditandai dengan panah hijau. Dan merupakan transaksi beli yang mengesankan.

Untuk menjelaskan bagaimana gambaran perubahan tren dalam strategi ini, kami menandai sinyal overbought RSI Periode 2 yang gagal mendorong pasar menurun dengan lingkaran warna merah,. Dan kegagalan tersebut sudah biasa dalam suatu tren naik

Namun,  sinyal overbought terakhir yang ditandai dengan lingkaran warna hitam menggiring pasar jatuh di bawah level low terendah sebelumnya Dan hal tersebut mengindikasikan bahwa pasar bias telah berubah dari bullish menuju bearish.

Contoh Trading RSI Periode 2 Overbought-Rugi

Grafik di atas  sebagai contoh  kegagalan trading dalam penerapan RSI Periode 2.

  1. 1. RSI Periode 2 naik di atas level 95 dan kami masih mengamati level low terakhir ditandai dengan garis terputus.
  2. 2. Harga jatuh di bawah level support dan konfirmasi perubahan tren. Kami mulai mencari sinyal-sinyal overbought untuk trading berposisi sell .
  3. 3. Sinyal overbought  RSI Periode 2 pun muncul dan kami melakukan sell di bawah level low dari candle berpola inside bar yang ditandai dengan panah merah dan harga melewati stop loss beberapa saat kemudian

Bandingkan gerak harga disekitar sinyal pertama RSI  dalam kedua contoh tersebut di atas. Kualitas sinyal pertama RSI menunjukkan pada kami bahwa perubahan tren berikutnya sangat jelas

Dalam contoh transaksi profit , sinyal oversold pertama sangat solid dan harga naik menembus resisten tanpa keraguan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa momentum bullish sangat mendukung bagi keputusan transaksi kami.

Namun, dalam contoh transaksi rugi, sinyal overbought pertama  tidak diikuti oleh pembalikan harga secara segera. Malah, harga naik lebih lanjut untuk membentuk level high lebih tinggi sebelum jatuh menembus level support  Sinyal RSI Periode 2 sangat lemah, sehingga perubahan tren  kurang dapat dipercaya.

 

 

Source : www.fxcosmic.com | http://ift.tt/1rC9nB5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s